(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (24/4), terpantau melemah signifikan 103,939 poin (1,41%) ke level 7.274,667 setelah dibuka turun ke level 7.341.771.
IHSG bergerak terkoreksi di hari kelima ke level 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di antara kekhawatiran investor atas ketidakpastian situasi geopolitik sekalipun terdapat perpanjangan gencatan senjata Israel – Lebanon, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan koreksi setelah menyentuh rekor intraday.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah terbatas 0,08% atau 13 poin ke level Rp 17.303, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; rally bertahap ke 1,5 minggu lebih tertingginya di tengah ketidakpastian arah perang Iran menekan sentimen risiko investor yang mengangkat dollar sebagai safe haven.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.290, serta terpantau tetap pada level rekor intraday terendahnya kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 36,835 poin (0,50%) ke level 7.341.771. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,130 poin (0,02%) ke level 715,750. Pagi ini IHSG melemah 103,939 poin (1,41%) ke level 7.274,667. Sementara LQ45 terlihat turun 1,51% atau 10,790 poin ke level 705,090.
Tercatat saat ini sebanyak 111 saham naik, 563 saham turun dan 135 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan ketiga indeks acuannya dalam koreksi di tengah naiknya harga minyak mentah dunia serta dipandang rapuhnya gencatan senjata AS-Iran. Dow Jones berakhir turun 0,36%, S&P 500 melemah 0,41%, serta Nasdaq merosot 0,89%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang naik 0,34%, dan Hang Seng yang turun 0,62%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi di hari kelima ke 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed melemah di antara ketidakpastian situasi geopolitik sekalipun terdapat perpanjangan gencatan senjata Israel – Lebanon, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.773 dan 7.898. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 6,934.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



