IHSG Jumat Ditutup Tergelincir 3,4% ke Level 7.129; Bearish ke 2,5 Minggu Terlemahnya, Asia Berakhir Mixed

111
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (24/4), terpantau tergelincir tajam 225,753 poin (3,06%) ke level 7.152,853 setelah dibuka turun ke level 7.341.771.

IHSG bergerak bearish di hari kelima ke level 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara kekhawatiran investor atas ketidakpastian situasi geopolitik sekalipun terdapat perpanjangan gencatan senjata Israel – Lebanon, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan koreksi setelah menyentuh rekor intraday.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,09% atau 15 poin ke level Rp 17.275, dengan dollar AS di pasar uang Eropa melandai setelah menguat 3 hari di sesi global sebelumnya; tertahan dari rally ke 1,5 minggu lebih tertingginya di tengah ketidakpastian arah perang Iran menekan sentimen risiko investor yang mengangkat dollar sebagai safe haven.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.290, serta terpantau rebound terbatas dari oversold area di rekor terendah kemarin.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 36,835 poin (0,50%) ke level 7.341.771. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,130 poin (0,02%) ke level 715,750. Siang ini IHSG melemah tajam 225,753 poin (3,06%) ke level 7.152,853. Sementara LQ45 terlihat turun 3,43% atau 24,540 poin ke level 691,340.

IHSG kemudian tambah tertekan dan ditutup merosot tajam 225,753 poin (3,06%) ke level 7.152,853. Sementara LQ45 terlihat turun 3,51% atau 25,120 poin ke level 690,760. Tercatat saat ini sebanyak 83 saham naik, 670 saham turun dan 62 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,97%, dan Hang Seng yang menguat 0,24%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi tajam di hari kelima ke 2,5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di antara ketidakpastian situasi geopolitik sekalipun terdapat perpanjangan gencatan senjata Israel – Lebanon, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.773 dan 7.898. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,118 dan bila tembus ke level 6,917.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group