(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD tertekan membalikkan tren bullish selama 2 hari berturut pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (28/4/2026) karena kebuntuan hubungan AS-Iran berlanjut dan tekanan politik domestik membebani pasar.
Ketegangan meningkat setelah seorang pejabat AS mengungkapkan ketidakpuasan Presiden Donald Trump terhadap proposal terbaru Iran, yang berupaya menunda negosiasi program nuklir hingga konflik yang sedang berlangsung dan sengketa perkapalan diselesaikan.
Di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer menghadapi pemungutan suara penting pada hari Selasa mengenai apakah akan menyelidiki jaminannya kepada Parlemen terkait penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar AS.
Meskipun sekutu Starmer tetap yakin akan mengamankan suara tersebut, kontroversi tersebut berisiko membayangi pemilihan lokal penting minggu depan.
Investor juga fokus pada keputusan kebijakan Bank of England pada hari Kamis, dengan bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3,75% di tengah krisis Timur Tengah.
Secara teknikal, pair yang sudah tembus support kuatnya berbalik arah menuju posisi pembukaan dan menurut analyst Vibiz Research Center ada potensi melaju di posisi resistennya.
Kini pair berada di posisi 1.3462 yang sedang mendaki menuju posisi 1.3532, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di kisaran 1.3573.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3545 akan berbalik arah kembali dan turun menuju posisi terendah 1.3462, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3652 | 1,3612 | 1,3573 | 1.3536 | 1.3496 | 1.3462 | 1.3418 |



