Rekomendasi Forex EUR/USD 29 April 2026 : Dapat Turun Terbebani Kenaikan Dolar AS

132

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Selasa, terbebani penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD berakhir turun 0,07% pada 1.1712.

Penguatan dolar AS menekan Euro pada hari Selasa.

Demikian juga, lonjakan harga minyak mentah sebesar +3% pada hari Selasa berdampak negatif bagi perekonomian Zona Euro dan mata uang Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.

Namun kerugian Euro terbatas setelah ekspektasi inflasi CPI ECB untuk bulan Maret meningkat lebih dari yang diperkirakan, sebuah faktor hawkish bagi kebijakan ECB.

Ekspektasi CPI 1 tahun ECB untuk bulan Maret naik menjadi 4,0% dari 2,5% pada bulan Februari, lebih kuat dari perkiraan 2,8% dan merupakan laju peningkatan tercepat dalam hampir 2,5 tahun. Ekspektasi CPI 3 tahun untuk bulan Maret naik menjadi 3,0% dari 2,5% pada bulan Februari, lebih kuat dari ekspektasi 2,6% dan merupakan laju peningkatan tercepat dalam tiga tahun.

Swap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar +25 bp oleh ECB sebesar 11% pada pertemuan kebijakan hari Kamis.

Sore nanti akan dirilis data ekonomi Zona Euro yag diindikasikan sebagian besar menurun, yaitu Economic Sentiment April, Consumer Confidence Final April, Industrial Sentiment April, Services Sentiment April.
Sedangkan data Consumer Inflation Expectations April, Selling Price Expectations April, diindikasikan meningkat.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun akan mencermati jika dolar AS dan harga minyak bergerak naik seiring ketegangan AS-Iran. Juga jika data ekonomi terealisir sebagian besarturun, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1685-1.657. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1734-1.1755.