Rekomendasi Harga Minyak 10 Juli 2026 : Terdukung Pelemahan Dolar AS; Cermati Perkembangan AS-Iran

83

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir merosot pada hari Kamis, terpicu spekulasi bahwa eskalasi ketegangan antara AS dan Iran akan mereda.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir merosot 1,96% pada $72,08 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir merosot 2,20% pada $76,30 per barel.

Harga minyak mentah awalnya naik pada hari Kamis setelah AS menyerang target Iran untuk hari kedua sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap pelayaran di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah turun pada hari Kamis setelah AS menahan diri untuk tidak menyerang infrastruktur energi Iran.

Selain itu, komentar dari Presiden AS Donald Trump meredakan kekhawatiran tentang eskalasi konflik ketika ia mengatakan bahwa ia tidak menginginkan kembalinya perang skala penuh, memperkuat spekulasi bahwa arus pelayaran melalui Selat Hormuz akan segera pulih.

Harga minyak mentah awalnya naik pada hari Kamis setelah militer AS menyerang Iran untuk hari kedua, menghantam sekitar 90 target Iran untuk mengurangi kemampuan negara tersebut dalam menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menargetkan pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Qatar dengan drone dan rudal.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak naik dengan pelemahan dolar AS. Namun jika pembicaraan AS-Iran berlanjut dan ketegangan AS-Iran mereda, akan menekan harga minyak.

Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $74,33-$76,59. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $70,62-$69,17.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $78,591-$80,71. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $74,84-$73,37.