(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia atau minyak Brent melanjutkan rally masuki hari kedelapan berturut pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Eropa hari Rabu (29/4/2026).
Harga minyak mentah Brent naik di atas $114 per barel ke posisi tertinggi sejak Juni 2022 karena kekhawatiran atas pasokan global meningkat.
Ketegangan AS-Iran yang berkelanjutan dan penutupan Selat Hormuz yang efektif terus memperketat prospek pasokan.
Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah meminta AS untuk mencabut blokade angkatan lautnya sementara negosiasi berlanjut. Penutupan selat, yang biasanya menangani sekitar 20% perdagangan minyak global, telah memicu apa yang digambarkan oleh Badan Energi Internasional sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah tercatat.
Sementara itu, Washington meningkatkan tekanan dengan potensi sanksi yang menargetkan kilang minyak Tiongkok dan negara-negara yang membayar biaya transit melalui Hormuz.
Dalam perkembangan terpisah, UEA mengatakan akan keluar dari OPEC bulan depan untuk mendapatkan lebih banyak fleksibilitas dalam menyesuaikan produksi.
Harga spot minyak Brent berada di posisi $114,67 atau melonjak 3,07%, untuk kontrak berjangka bulan Juni 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 2,09% menjadi $107,61 per barel.
Demikian Harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 3,56% menjadi $103,43 per barel.
Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent akan bertemu kisaran resisten di 115,20 – 120,10 dan support di 110,20 – 96,80.



