(Vibiznews-Index) – Bursa saham Jepang alami pelemahan mengawali perdagangan hari Kamis (30/4/2024) setelah libur sehari sebelumnya, disebabkan oleh melonjaknya harga minyak dunia.
Harga minyak kembali melonjak di tengah konflik AS-Iran yang berkepanjangan dan blokade yang terus berlanjut di Selat Hormuz.
Prospek untuk negosiasi perdamaian yang diperbarui melemah setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mempertahankan blokade angkatan lautnya terhadap Iran sampai kesepakatan nuklir tercapai.
Ketergantungan Jepang yang besar pada impor minyak Timur Tengah menambah tekanan pasar.
Sementara itu, Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah seperti yang diperkirakan, meskipun empat pejabat berbeda pendapat dengan keputusan tersebut.
Dari laporan ekonomi, produksi industri Jepang secara tak terduga mengalami kontraksi pada bulan Maret, sementara penjualan ritel melebihi perkiraan.
Indeks harian Nikkei 225 turun 1% menjadi sekitar 59.300, sementara Indeks Topix turun 1,6% menjadi . Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juni 2026 turun 1,03% pada posisi 59400.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center indeks Nikkei berjangka hari ini diperkirakan melemah. Kini indeks berada di posisi 58910 dan sedang mendaki menuju posisi pembukaan di 60.100, jika tembus akan mendaki ke posisi R1.
Namun jika tidak sampai ke 60.100 akan berbalik arah dan turun ke posisi 58630 sebelum kemudian meluncur ke posisi S3.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 61386 | 61013 | 60516 | 60143 | 59646 | 59273 | 58576 |
| Buy Avg | 60290 | Sell Avg | 58620 |



