(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa pagi ini (5/5), terpantau menguat 58,872 poin (0,84%) ke level 7.030,825 setelah dibuka turun ke level 6.936.827.
IHSG bergerak di dua zona dalam area konsolidasi, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka mixed bias melemah di tengah memanasnya tensi konflik Selat Hormuz serta naiknya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serentak terkoreksi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat terbatas 0,06% atau 10 poin ke level Rp 17.363, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat 2 hari di sesi global sebelumnya; tertahan rally di tengah investor mencermati naiknya tensi konflik Timur Tengah yang mengangkat dollar sebagai safe haven.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.370, serta terpantau masih pada sekitar rekor terlemah sebelumnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 35,126 poin (0,50%) ke level 6.936.827. Sedangkan indeks LQ45 turun 0,800 poin (0,12%) ke level 673,760. Pagi ini IHSG menguat 58,872 poin (0,84%) ke level 7.030,825. Sementara LQ45 terlihat naik 1,12% atau 7,570 poin ke level 682,130.
Tercatat saat ini sebanyak 358 saham naik, 256 saham turun dan 183 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada dini hari tadi dengan ketiga indeks acuannya terkoreksi cukup signifikan, setelah kemarin S&P 500 dan Nasdaq membukukan rekor, tertekan oleh tensi geopolitik Selat Hormuz. Dow Jones berakhir turun 1,13%, S&P 500 melemah 0,41%, serta Nasdaq merosot 0,19%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau bias melemah, di antaranya ASX 200 yang turun 0,54%, dan Hang Seng yang merosot 1,13%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini konsolidasi di dua zona dengan bias positif, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya bias melemah di tengah memanasnya tensi konflik Selat Hormuz serta naiknya kembali harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serentak terkoreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan pada rentang konsolidasi, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.230 dan 7.578. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,838 dan bila tembus ke level 6,745.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



