(Vibiznews – Index) – Rekor tertinggi saham di bursa Jepang terpangkas pada perdagangan hari Senin (11/5/2026) karena lonjakan harga minyak mentah akibat ketegangan di Selat Hormuz.
Indeks harian Nikkei ditutup dalam zona merah merespon laporan media bahwa Presiden Donald Trump menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaiannya yang secara efektif menutup Selat Hormuz.
Harga minyak mentah yang lebih tinggi telah menambah kekhawatiran inflasi dan membebani sentimen di seluruh negara pengimpor minyak seperti Jepang.
Indeks harian Nikkei turun 0,47% dan ditutup pada 62.418, demikian untuk indeks Topix turun 0,3% menjadi 3.840,93 .
Demikian untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Juni 2026 turun 0,70% pada posisi 62400.
Penurunan yang signifikan terlihat pada saham SoftBank Group (-6,3%), Advantest (-3,7%), dan Furukawa Electric (-3,2%).
Saham Nintendo juga turun 8,4% setelah memperingatkan bahwa penjualan perangkat keras dan perangkat lunak diperkirakan akan menurun dan bahwa kenaikan biaya chip memori menekan margin.
Sebaliknya, Sony Group naik 8,3% setelah mengumumkan rencana untuk membeli kembali hingga ¥500 miliar sahamnya dan memperkirakan peningkatan laba operasi sebesar 11% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, didukung oleh pertumbuhan bisnis musik dan sensor gambarnya.



