(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Senin siang ini (11/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terkoreksi, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia menanjak setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini melemah 0,23% atau 40 poin ke level Rp 17.410 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.370. Rupiah terpantau dekat dengan rekor terendah sebelumnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 17.370 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp17.415, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 17.410.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah melemah di sesi global sebelumnya; bangkit dari 2,5 bulan terendahnya di antara memanasnya lagi tensi geopolitik konflik Timur Tengah dan naiknya harga minyak.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 98,05, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,84.
Sementara itu, IHSG Senin di akhir sesi pertama terpantau melemah 80,303 poin (1,15%) ke level 6.889,093, sedangkan bursa saham kawasan Asia mixed bias melemah dengan Kospi mencetak rekor baru lagi namun bursa lainnya negatif di tengah belum tercapainya kesepakatan perang AS-Iran yang menaikkan lagi harga minyak mentah, serta mencermati Wall Street yang berakhir pekan dengan rekor baru.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak turun, Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp17.450 – Rp17.195.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



