(Vibiznews – Commodity) Harga emas turun pada hari Senin, setelah Presiden AS Donald Trump menolak tanggapan Iran terhadap proposalnya sebagai sama sekali tidak dapat diterima.
Harga emas spot bergerak turun 1,12% pada $4.668,37 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak Juni 2026 bergerak turun 1,12% pada $4.677,7 per ons.
Kegagalan kesepakatan AS-Iran memicu kekhawatiran atas tekanan inflasi.
Laporan menunjukkan bahwa Iran telah menawarkan untuk memindahkan sebagian dari persediaan uranium yang sangat diperkaya ke negara ketiga, sementara menolak untuk membongkar fasilitas nuklirnya.
Sementara itu, beberapa serangan baru di Timur Tengah selama akhir pekan mengancam untuk merusak gencatan senjata yang rapuh yang mulai berlaku pada awal April.
Meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran memicu kekhwatiran Selat Hormuz tetap tertutup, membuat harga energi tetap tinggi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
Kenaikan inflasi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menahan tekanan harga, yang cenderung membebani logam mulia.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak turun terbebani kenaikan dolar AS dan penguatan harga minyak yang memicu kekhawatiran tekanan inflasi yang dapat memicu bank sentral mempertahankan atau menaikkan suku bunga yang menjadi faktor bearish bagi logam mulia.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.686-$4.650. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.753-$4.784.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.681-$4.632. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $4.770-$4.810.



