Harga Minyak Brent Melonjak ke Atas $100 Setelah Proposal Perdamaian Iran Ditolak

128

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia atau minyak Brent  melonjak keatas $100 pada perdagangan pasar komoditas internasional sesi Eropa hari Senin (11/5/2026) setelah penolakan proposal perdamaian Iran.

Harga minyak mentah  Brent melompat setelah Presiden Donald Trump menolak tanggapan terbaru Iran terhadap proposalnya yang bertujuan untuk mengakhiri konflik selama 10 minggu, sehingga Selat Hormuz tetap tertutup.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyebut tanggapan Teheran sama sekali tidak dapat diterima meskipun ada laporan bahwa Iran telah mengusulkan untuk mentransfer sebagian dari cadangan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga sambil menolak untuk membongkar infrastruktur nuklirnya.

Pada saat yang sama, serangan pesawat tak berawak menghantam sebuah kapal kargo di dekat Qatar di Teluk Persia, sementara UEA dan Kuwait mengatakan mereka telah mencegat pesawat tak berawak musuh, meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh yang dicapai pada awal April dapat runtuh.

Penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan telah sangat mengganggu aliran global minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar olahan, memicu apa yang digambarkan IEA sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah tercatat.

Harga spot minyak Brent  berada di posisi $102,96 atau melonjak 1,65%, namun untuk kontrak berjangka bulan Juli 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 1,82%  menjadi $103,11 per barel.

Untuk harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,48% menjadi $96,83 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 105,10 – 108,20 dan support di 100,10 – 97,30.