Harga Minyak Sawit Bergerak Fluktuatif di Level Kuat Pada Penutupan Jumat

60
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia bergerak fluktuatif di level yang kuat pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Jumat (17/7/2026), ditopang oleh tingginya ekspektasi penyerapan domestik Indonesia meski dibayangi oleh sedikit pelemahan menjelang penutupan akhir pekan.

Harga minyak sawit acuan yang banyak diperdagangkan di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) mencatatkan sedikit pelemahan teknikal sebesar 0,22%, ditutup pada kisaran MYR4.574 hingga MYR4.596 per metrik ton. Sementara itu, di pasar internasional harga acuan berada di kisaran USD1.117 hingga USD1.122 per metrik ton.

Tren penguatan harga CPO global saat ini tertopang kuat oleh sentimen pengetatan pasokan secara global. Hal ini utamanya didorong oleh tingginya serapan domestik di Indonesia sebagai imbas dari masa transisi program mandatori biodiesel dari B40 menuju B50 yang menyedot pasokan ekspor.

Ketatnya pasokan dan tingginya permintaan di dalam negeri tersebut juga tercermin pada harga CPO di tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Indonesia yang kokoh di angka Rp15.650 per kilogram.

Namun demikian, pergerakan harga minyak sawit berjangka sempat tertahan oleh fluktuasi nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS. Pergerakan mata uang yang fluktuatif ini memengaruhi daya tarik CPO bagi para pembeli yang menggunakan mata uang asing.

Selain faktor pasokan dan mata uang, pelaku pasar juga terus memantau dengan cermat pergerakan harga minyak nabati saingan, khususnya minyak kedelai di bursa Dalian dan Chicago Board of Trade (CBOT), yang turut memberikan sentimen tarik-menarik pada arah pergerakan harga CPO global pekan ini.

Harga acuan global untuk Minyak Kelapa Sawit Mentah (CPO) merujuk pada kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives (BMD). Berdasarkan data perdagangan terbaru pada Jumat, 17 Juli 2026, berikut adalah posisi harga CPO global:

Bursa Malaysia Derivatives (Acuan Utama): Kontrak pengiriman aktif diperdagangkan di kisaran 4.574 hingga 4.596 ringgit Malaysia (MYR) per ton. Meskipun sempat mengalami penguatan dalam pekan ini, harga acuan mengalami sedikit pelemahan sebesar 0,22% menjelang penutupan akhir pekan.

Acuan Dolar AS (Global): Di pasar internasional, harga berjangka CPO ditransaksikan pada kisaran USD 1.117 hingga USD 1.122 per metrik ton.

Harga Domestik Indonesia (KPBN): Sebagai perbandingan, harga CPO di dalam negeri pada tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat di angka Rp15.650 per kilogram (per 16 Juli 2026).