(Vibiznews-Forex) – Poundsterling dalam pair GBPUSD terpangkas dari rally 2 hari berturut pada perdagangan forex Eropa hari Selasa (12/5/2026) karena ketidakstabilan politik di Inggris semakin dalam.
Lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh telah mendesak Perdana Menteri Keir Starmer untuk mengundurkan diri menyusul kinerja buruk partai tersebut dalam pemilihan lokal pekan lalu.
Namun dalam rapat kabinet hari ini, Keir Starmer dilaporkan menolak untuk mengundurkan diri.
Investor khawatir bahwa potensi perubahan kepemimpinan dapat menyebabkan pengeluaran fiskal yang lebih tinggi dalam upaya untuk mendapatkan kembali dukungan pemilih.
Sementara itu, kekhawatiran tetap ada atas gencatan senjata AS-Iran yang rapuh dengan harga minyak mentah Brent melonjak di atas $105 per barel.
Secara teknikal, pair yang dibuka pada posisi resisten berbalik arah dan meluncur hingga menembus support kuat dan menurut analyst Vibiz Research Center masih berpotensi tertekan ke support selanjutnya.
Kini pair berada di posisi 1.3522 yang sedang berbalik arah dan mendaki kembali menuju posisi 1.3611, jika tembus berpotensi lanjut ke resisten kuatnya di R1.
Namun jika tidak sampai tembus 1.3570 dapat turun kembali menuju 1.3501, jika tembus bergerak ke support lemahnya di S2.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 1,3764 | 1,3708 | 1,3658 | 1.3603 | 1.3553 | 1.3494 | 1.3447 |



