Rekomendasi Forex EUR/USD 22 Mei 2026 : Dapat Tertekan Penguatan Dolar AS

84

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun pada hari Kamis, terbebani penguatan dolar AS.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,06% pada 1.1618.

Penguatan dolar AS pada hari Kamis menekan euro.

Selain itu, berita ekonomi hari Kamis yang menunjukkan bahwa PMI manufaktur dan komposit Zona Euro bulan Mei turun lebih dari yang diperkirakan berdampak negatif bagi Euro.

Namun, penurunan Euro berkurang sebagian besar setelah harga minyak mentah turun tajam, yang memberikan dukungan positif bagi ekonomi Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar kebutuhan energinya.
Euro juga mendapat dukungan setelah indeks kepercayaan konsumen Zona Euro bulan Mei naik lebih dari yang diperkirakan.

Indeks PMI manufaktur S&P Zona Euro bulan Mei turun -0,8 menjadi 51,4, lebih lemah dari perkiraan 51,8. Indeks PMI komposit S&P Zona Euro bulan Mei turun -1,3 menjadi 47,5, lebih lemah dari perkiraan tidak ada perubahan pada 48,8 dan laju kontraksi paling tajam dalam 2,5 tahun.

Indeks kepercayaan konsumen Zona Euro bulan Mei naik +1,6 menjadi -19,0, lebih kuat dari perkiraan tidak ada perubahan pada -20,6.

Komisi Eropa memperkirakan PDB Zona Euro tahun 2026 akan melemah menjadi +0,9% dari +1,4% pada tahun 2025, dan CPI Zona Euro tahun 2026 akan menguat menjadi +3,0% dari +2,1% pada tahun 2025.

Swap memperkirakan peluang 87% kenaikan suku bunga sebesar +25 basis poin oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 11 Juni.

Sore ini akan dirilis data Ifo Business Climate Mei Jerman yang diindikasikan sedikit menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut, seiring ketegangan AS-Iran yang masih berlangsung. Juga jika data ekonomi Jerman terealisir turun, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1585-1.1552. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1643-1.1668.