Forex AUD/USD 22 Juli 2026 : Mewaspadai Penguatan Dolar AS

98

(Vibiznews – Forex) Mata uang Dolar Australia ditutup naik tipis pada hari Selasa, dengan ekspektasi kenaikan inflasi yang dapat mendorong RBA menaikkan suku hunga.

Pasangan mata uang AUD/USD ditutup naik tipis 0,04% pada 0,7000.

Dolar Australia naik karena konflik AS-Iran yang sedang berlangsung meningkatkan risiko inflasi yang didorong oleh energi, memicu ekspektasi bahwa Bank Sentral Australia (RBA) dapat menaikkan suku bunga lagi.

Serangan AS terhadap Iran memasuki hari kesepuluh berturut-turut, sementara militan Houthi yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan yang lebih luas terhadap pasokan energi global.

Lonjakan harga minyak yang dihasilkan memperkuat spekulasi bahwa Bank Sentral dapat memperketat kebijakan lebih lanjut setelah menaikkan suku bunga acuan tiga kali menjadi 4,35%, dengan pasar memperkirakan peluang 80% untuk kenaikan lagi pada bulan Desember.

Investor kini menunggu laporan ketenagakerjaan Australia bulan Juni pada hari Kamis, dengan perkiraan menunjukkan peningkatan 15.000 lapangan kerja dan tingkat pengangguran yang tidak berubah sebesar 4,4%.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Dolar Australia dapat bergerak turun terpicu konflik AS-Iran dapat menguatkan dolar AS dan menekan Dolar Australia. Pasangan mata uang AUD/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 0,6986-0,6972. Namun jika naik , akan bergerak dalam kisaran Resistance 0,7020-0,7040.