Rekomendasi Harga Kopi Arabika 2 Oktober 2026

66

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika berakhir melemah pada hari Kamis, 1 Oktober 2026, tertekan penguatan dolar AS dan kondisi cuaca Brasil yang kondusif.

Harga kopi arabika berjangka kontrak Desember 2026 ditutup turun 2,45 poin atau 0,84%, ke level $288,25 per pon.

Indeks dolar AS (DXY) menguat ke level tertinggi dalam 1,5 tahun pada hari Kamis, sehingga memicu aksi likuidasi posisi beli (long liquidation) pada kontrak berjangka kopi.

Kondisi tanam yang menguntungkan di Brasil dan Vietnam juga menjadi sentimen negatif bagi harga. Curah hujan di atas normal di Brasil pada fase pembungaan yang krusial berpotensi menopang panen musim 2026/27. Somar Meteorologia melaporkan bahwa wilayah Minas Gerais, sentra produksi kopi arabika utama Brasil, menerima curah hujan 29,7 mm atau 112% dari rata-rata historis pada pekan yang berakhir 27 September.

Harga kopi berada di bawah tekanan selama sebulan terakhir dan mencatatkan level terendah dalam 3,25 bulan pada Rabu pekan lalu akibat prospek pasokan global yang melimpah. Pada 10 September, International Coffee Organization (ICO) memproyeksikan rekor panen kopi global serta adanya surplus. Prospek pasokan juga diperkuat oleh proyeksi produksi kopi Vietnam musim 2025/26 yang naik 6% secara tahunan ke level tertinggi dalam 4 tahun sebesar 1,76 juta ton (29,4 juta karung), sementara laporan terbaru USDA dinilai bearish bagi harga kopi.

Di sisi lain, stok arabika bersertifikat ICE masih tergolong sangat rendah. Stok sempat jatuh ke level terendah dalam 27 tahun di 217.646 karung pada 15 September, meski pada Rabu lalu rebound ke level tertinggi dalam 8 pekan di 260.054 karung. Kenaikan stok ini menunjukkan mulai berlangsungnya pengisian ulang gudang bursa, namun posisinya masih tipis sebagai bantalan bila terjadi gangguan pasokan mendadak.

Pelaku pasar tetap mewaspadai sejumlah faktor risiko yang berpotensi membalikkan arah harga. Ancaman El Niño yang kuat masih membayangi tahap-tahap kritis siklus tanaman kopi, termasuk pembungaan, pembentukan buah, hingga pematangan biji pada periode Desember hingga Maret mendatang. Dampak gempa bumi di wilayah penghasil kopi Kolombia, produsen arabika terbesar kedua dunia, juga masih menjadi faktor penopang harga di tengah dominasi tekanan jual.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika masih cenderung bergerak tertekan seiring penguatan dolar AS, hujan di Brasil yang mendukung pembungaan, dan prospek surplus pasokan global. Namun, rendahnya stok bursa dan risiko cuaca jangka menengah membuat ruang rebound tetap terbuka, sehingga volatilitas harga diperkirakan masih tinggi. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak menekan area Support di kisaran 284,07 hingga 279,88. Namun apabila muncul aksi beli merespons risiko El Niño atau pelemahan dolar AS, harga berpeluang naik menuju area Resistance di 291,67 hingga 295,08.