(Vibiznews – Economy) – Italian Business Association Indonesia (IBAI) menyelenggarakan forum diskusi beberapa pebisnis Italia dan juga Indonesia yang merupakan anggota IBAI terkait adaptasi bisnis dan harmonisasi regulasi AI pada hari Senin (25/05/2026) di hotel JS Luwansa, Jakarta.
IBAI sendiri merupakan organisasi yang berperan sebagai penghubung dan fasilitator antara pelaku bisnis Italia dan Indonesia, setiap bulannya mengadakan forum diskusi dan informasi yang tematik untuk para anggotanya.

Dalam forum diskusi yang juga dihadiri oleh pejabat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia – Wahyu Jati Pramanto, menekankan bahwa pertanyaan utama bukan lagi apakah AI akan berdampak pada bisnis, melainkan bagaimana perusahaan dapat beradaptasi dengan cepat agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah.
Dalam diskusi tersebut juga menekankan bahwa keseimbangan antara perlindungan hak cipta, kepentingan publik, dan inovasi teknologi harus terus dijaga. Peran manusia sebagai pencipta tetap menjadi elemen penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh AI.
Di sisi lain, belum adanya standar internasional yang seragam membuat setiap negara memiliki pendekatan regulasi yang berbeda.
Dari perspektif internasional, tantangan semakin kompleks karena aktivitas AI bersifat lintas batas negara. Hal ini berpotensi melahirkan berbagai regulasi yang berbeda, bahkan saling bertentangan, di berbagai yurisdiksi. Meski demikian, proses menuju harmonisasi global diperkirakan akan berlangsung secara bertahap.

Marco Noto La Diega sebagai chairman dari IBAI dalam kata sambutannya menyampaikan forum ini membuka ruang dialog yang konstruktif. Semakin banyak pertukaran pandangan, semakin besar kontribusi yang dapat diberikan dalam membentuk arah kebijakan dan praktik ke depannya.

Kegiatan hari ini juga dihadiri oleh Duta Besar Italia untuk Indonesia , H.E Mr. Roberto Colamine yang berkesempatan memberikan semangat kepada peserta yang hadir untuk mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan.



