(Vibiznews – Commodity) – Pergerakan harga emas memulai bulan Juni dengan bias negatif pada perdagangan komoditi internasional sesi New York hari Senin (1/6/2026) karena kemajuan yang lambat menuju kesepakatan perpanjangan gencatan senjata AS-Iran dan serangan baru di Timur Tengah membuat pembeli tetap berhati-hati.
Kantor Berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan pertukaran pesan dengan Washington terkait operasi militer Israel di Lebanon. Laporan ini muncul ketika Israel memperluas serangan militernya terhadap Hizbullah di Lebanon selatan.
Komando Pusat Perang AS mengatakan telah melakukan serangan bela diri terhadap fasilitas radar dan drone Iran selama akhir pekan. Garda Revolusi Iran mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menargetkan pangkalan udara yang digunakan oleh pasukan AS sebagai balasan atas serangan terhadap Iran selatan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kurangnya kepercayaan, perubahan posisi AS yang terus-menerus, dan tindakan Israel di Lebanon menunda proses diplomatik.
Negosiasi antara Washington dan Teheran terus menghadapi hambatan karena kedua pihak masih sangat berbeda pendapat mengenai isu-isu utama seperti program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan status masa depan Selat Hormuz.
Penguatan Dolar AS membuat emas lebih mahal bagi pembeli asing. Hambatan lain bagi logam mulia ini berasal dari kenaikan tajam harga minyak mentah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 5% pada hari Senin.
Biaya energi yang lebih tinggi menambah tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral utama, termasuk Federal Reserve (Fed), mungkin perlu mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.
Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, untuk saat ini pasar lebih memperhatikan arah suku bunga. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Harga emas spot pada sesi perdagangan New York terkini melonjak 1,75% ke $4566,27 ke puncak tertinggi 2 pekan setelah sempat berada di $4488,95. Demikian untuk harga emas comex kontrak bulan Agustus 2026 bergerak negatif yang tuurn 2,2% ke $4491,50.
Untuk pergerakan selanjutnya, harga emas secara teknikal diperkirakan bergerak negatif dengan kini berada di posisi $4467,7 yang turun menuju posisi 4447,72. Dan jika tembus lanjut meluncur ke support lemahnya di S2.
Namun jika tidak sampai menyentuh $4450 berpotensi berbalik arah dan naik menuju $4545,78 jika tembus mendaki dekati resisten kuatnya di R1 .
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 4700,21 | 4647,70 | 4593,96 | 4541,47 | 4487,77 | 4435,25 | 4381,83 |



