Harga Minyak Dunia 2 Juni Sedikit Terkoreksi Menanti Rilis Data API

86

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia jenis Brent sedikit terkoreksi  pada perdagangan  komoditas internasional sesi New York hari Selasa (2 /6/2026).

Pasar minyak mentah berjangka  tetap berhati-hati karena negosiasi yang bertujuan untuk memperkuat gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berfluktuasi, menciptakan ketidakpastian atas prospek pasokan global.

Menurut kantor berita Iran, Tasnim, tim negosiasi Teheran telah menghentikan pertukaran pesan dengan Washington melalui mediator karena serangan di Lebanon.

Sebagai tanggapan, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran. Namun, Trump juga mengatakan bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dapat dicapai dalam minggu depan.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan bahwa operasi terhadap Hizbullah di Lebanon selatan akan terus berlanjut. Situasi ini memicu kekhawatiran tentang eskalasi regional yang lebih luas yang dapat mengganggu aliran energi di Timur Tengah.

Sementara itu beberapa anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) dilaporkan sedang mempertimbangkan peningkatan moderat sekitar 188.000 barel per hari dalam target produksi Juli mereka.

Menurut para analis, langkah tersebut kemungkinan tidak akan berdampak signifikan pada harga kecuali jika hal itu diterjemahkan menjadi peningkatan ekspor yang terealisasi.

Para pelaku pasar kini fokus pada rilis laporan persediaan minyak mentah mingguan American Petroleum Institute (API) pada Rabu dinihari.

Kini harga spot minyak Brent  berada di posisi $94,63 atau turun 0,38%, demikian untuk kontrak berjangka bulan Agustus 2026 yang paling banyak diperdagangkan turun 0,07%  menjadi $94,91 per barel.

Untuk harga spot minyak mentah West Texas Intermediate (WTI)  turun 0,57% menjadi $91,62 per barel.

Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak mentah jenis Brent berjangka akan bertemu kisaran resisten di 96,10 – 100,80 dan support di 93,50 – 89,80.