Wall Street Melonjak Tajam dengan Nasdaq Melesat 2,5%, Trump Batalkan Serangan ke Iran

121
Ekonomi Amerika
Gambar Ilustrasi AI

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street ditutup naik signifikan pada perdagangan  yang berakhir Jumat dinihari (12/6/2026) setelah melewati pelemahan di awal sesi.

Indeks utama Wall Street bergerak naik tajam, yang berhasil memulihkan aksi jual pada hari sebelumnya setelah merespons meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Nasdaq melonjak 640,16 poin atau 2,5% menjadi 25.809,66, Dow Jones naik 929,97 poin atau 1,9% menjadi 50.848,75 dan S&P 500 melonjak 127,31 poin atau 1,8% menjadi 7.394,30.

Rally kuat saham Wall Street dipicu oleh anjloknya harga minyak mentah setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Melalui unggahannya di media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa keputusan pembatalan tersebut didasarkan pada diskusi yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam kepemimpinan Iran.

Langkah ini mengejutkan pelaku pasar setelah sebelumnya Trump sempat menyatakan bahwa AS akan menyerang Iran dengan sangat keras dan berencana mengambil kendali penuh atas pasar minyak dan gas negara tersebut di masa mendatang.

Selain meredanya isu geopolitik, penguatan saham juga didorong oleh aksi berburu saham-saham teknologi yang murah pasca  penurunan  Nasdaq dan S&P 500 ke level penutupan terendah dalam satu bulan pada sesi sebelumnya.

Sementara itu  para pelaku pasar tampak mengabaikan rilis data ekonomi dari Departemen Tenaga Kerja AS yang menunjukkan kenaikan harga produsen melebihi ekspektasi pasar. Indeks PPI  melonjak 1,1% pada bulan Mei,  lebih tinggi dari perkiraan kenaikan 0,7%.

Secara  sektoral, saham-saham semikonduktor menjadi motor utama penguatan pasar, di mana Philadelphia Semiconductor Index sukses melesat sebesar 7,9%.  Salah satunya saham  Intel (INTC) melonjak 9,2% setelah Bank of America  menaikkan peringkat sahamnya menjadi  Buy  dari sebelumnya  Underperform.

Penurunan tajam pada harga minyak mentah juga memberikan angin segar bagi sektor transportasi udara, memicu NYSE Arca Airline Index  naik  7,5%.

Pergerakan sebaliknya terlihat pada sektor energi dan perangkat lunak yang  berakhir di zona merah akibat tekanan penurunan harga komoditas minyak.