Wall Street Awal Pekan Mixed, Nasdaq Tertekan Kenaikan Yield Obligasi AS

70
wall street

(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham awal pekan di bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan kecenderungan melemah, hanya Dow Jones yang bertahan di zona hijau pada hari Selasa dinihari (23/6/2026).

Pada penutupan perdagangan, indeks Nasdaq terus tertekan hingga sesi akhir dan turun 351,33 poin atau 1,3% ke level 26.166,60. Indeks S&P 500 juga ikut melemah, turun 0,4%  menjadi 7.472,79. Sebaliknya, indeks Dow Jones  menguat   0,3% ke posisi 51.712,71.

Aksi jual di sektor teknologi menjadi penekan utama indeks Nasdaq, yang salah satunya dipicu oleh anjloknya saham SpaceX (SPCX) sebesar 16,4%.

Selain teknologi, sektor ritel juga mengalami hantaran yang cukup keras dengan Dow Jones U.S. Retail Index anjlok 2,9%.

Pelemahan signifikan juga melanda saham-saham berbasis emas seiring dengan rontoknya harga logam mulia di pasar spot. Namun demikian, koreksi pasar tertahan oleh kinerja solid dari sektor perbankan dan farmasi yang bergerak menguat sepanjang sesi.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa tekanan pada saham teknologi  terutama dipicu oleh melonjaknya imbal hasil  obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun hingga meroket  mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir.

Kenaikan imbal hasil ini mencerminkan kegelisahan investor terhadap prospek suku bunga The Fed menjelang rilis data inflasi penting pada akhir pekan ini.

Para pelaku pasar khawatir bahwa eskalasi ketegangan geopolitik antara Presiden Donald Trump dengan Iran dapat memicu memicu harga energi dan mempercepat laju inflasi. Jika inflasi terakselerasi, Federal Reserve diperkirakan akan mengambil langkah agresif dengan menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini.