Sentimen Bearish Kuasai Pasar Minyak, Akankah Harga Brent Uji Level Support Baru?

77

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren pelemahan tajam pada perdagangan komoditas sesi Eropa hari Rabu (24/6/2026), merosot ke level terendah sejak sebelum meletusnya konflik AS-Iran untuk jenis Brent.

Sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik dan pemulihan arus logistik di Timur Tengah menjadi motor utama ambruknya harga komoditas energi ini.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di posisi $73,79 atau turun 4,27%, untuk kontrak berjangka bulan September 2026 yang paling banyak diperdagangkan di ICE Eropa turun  2,83% menjadi $73,98 per barel.

Analis Vibiz Research Center melihat penurunan tajam ini dipicu oleh beberapa kombinasi faktor fundamental berikut:

  1. Peningkatan Lalu Lintas Selat Hormuz: Kekhawatiran pasar mereda setelah kapal-kapal tanker dilaporkan kembali melintasi Selat Hormuz secara terbuka dengan mengaktifkan sinyal satelit mereka. Langkah berani para pemilik kapal ini menyusul adanya jaminan keselamatan resmi dari Organisasi Maritim Internasional (IMO).
  2. Kemajuan Positif Perundingan Damai: Kemajuan yang solid dalam negosiasi perdamaian berhasil memulihkan kepercayaan para pelaku pasar finansial, sekaligus mengikis premi risiko geopolitik yang sebelumnya melambungkan harga minyak.
  3. Kebijakan Insentif Bebas Biaya dari AS: Sentimen bearish bagi harga minyak semakin diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menegaskan tidak akan ada pengenaan biaya tol, biaya asuransi, maupun pungutan apa pun bagi kapal tanker yang melintasi selat strategi tersebut.
  4. Lonjakan Ekspor Uni Emirat Arab (UEA): Laporan terbaru dari Badan Energi Internasional (IEA) mengisyaratkan bahwa UEA berhasil menggenjot kembali ekspor minyaknya hingga mencapai 85% dari level sebelum perang, dengan pasokan pasar yang diguyur sekitar 60 juta barel dari Teluk Persia baru-baru ini.

Meskipun pasokan di jalur global melonggar secara signifikan, pelaku pasar komoditas disarankan tetap mencermati adanya potensi hambatan  dari sisi domestik Amerika Serikat.

Laporan mingguan dari  American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan utama Cushing mengalami penurunan sebesar  1 juta barel.

Penurunan ini berisiko menahan cadangan domestik AS di bawah tingkat operasi minimum yang kritis, yang sewaktu-waktu dapat memicu teknikal rebound minor.

Secara teknikal, pergerakan harga minyak Brent saat ini berada di bawah tekanan bearish yang kuat setelah menembus level psikologis $75. Jika tren penurunan berlanjut, Brent berpotensi menguji kisaran support berikutnya $73 – $70. Sementara koreksi naik akan dibatasi oleh area resistance terdekat seiring pulihnya distribusi energi global.