(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir naik hari Kamis, terdukung pelemahan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD berakhir naik 0,10% pada 1.1369.
Euro pulih dari kerugian awal dan bergerak lebih tinggi pada hari Kamis tedukung pelemahan dolar AS.
Selain itu, penurunan awal harga minyak mentah pada hari Kamis ke level terendah 4 bulan mendukung perekonomian Zona Euro dan mata uang Euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.
Euro awalnya bergerak lebih rendah pada hari Kamis setelah indeks kepercayaan konsumen GfK Jerman bulan Juli naik kurang dari yang diperkirakan.
Indeks kepercayaan konsumen GfK Jerman bulan Juli naik +0,5 menjadi -29,2, lebih lemah dari ekspektasi -28,0.
Euro juga berada di bawah tekanan di tengah dampak negatif dari hari Senin, setelah komentar dovish Presiden ECB Lagarde mengurangi peluang kenaikan suku bunga ECB tambahan, ketika ia mengatakan bahwa ia tidak melihat perlunya respons ECB yang lebih tegas terhadap perang AS-Iran.
Pasar memperhitungkan peluang +6% untuk kenaikan suku bunga +25 bp oleh ECB pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 23 Juli.
Sore nanti akan dirilis data ECB Consumer Inflation Expectations Mei yang diperkirakan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS berlanjut. Juga jika data ECB Consumer Inflation Expectations Mei terealisir turun, akan menekan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1341- 1.1312. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1393-1.1416.








