Rekomendasi Harga Gula 29 Juni 2026 : Naik Terdukung Penurunan Curah Hujan di India

98

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir melonjak tajam pada hari Jumat, dengan penurunan curah hujan akan menurunkan panen gula.

Harga gula berjangka kontrak Juli 2026 ditutup melonjak 3,17% pada 13,98 sen per pon.

Harga gula meroket di tengah kekhawatiran bahwa curah hujan monsun yang lemah di India akan menurunkan hasil panen gula dan mengurangi panen tebu negara tersebut.

Departemen Meteorologi India melaporkan pada hari Jumat bahwa curah hujan monsun kumulatif India 42% di bawah normal per tanggal 26 Juni. Kementerian Ilmu Bumi India memperingatkan bahwa monsun tahun ini di India bisa menjadi yang terlemah dalam 11 tahun. Musim monsun India berlangsung dari Juni hingga September.

Sebagai faktor pendorong kenaikan harga gula, Unica pada hari Senin melaporkan bahwa produksi gula Brasil Tengah-Selatan tahun 2026/27 hingga Mei adalah 6,838 juta metrik ton (MMT), turun -2,0% y/y karena pabrik-pabrik gula meningkatkan produksi etanol.

Persentase tebu yang digunakan untuk gula oleh pabrik-pabrik gula Brasil turun menjadi 41,42% dari 50,09% karena penggilingan tebu untuk produksi etanol meningkat menjadi 58,38% dari 49,91% tahun lalu.

Selain itu, pedagang gula Czarnikow pada 11 Juni memangkas perkiraan neraca gula global 2026/27 dari surplus 1,4 MMT menjadi defisit -100.000 MT, karena pabrik-pabrik gula Brasil memproduksi lebih banyak etanol daripada gula di tengah lonjakan harga minyak mentah baru-baru ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula dapat bergerak naik dengan melemahnya curah hujan muson yang menurunkan produksi gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 14,24-14,49. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 13,58-13,17.