Saham Chip dan AI Secara Global Tertekan, Wall Street Masuki Zona Merah

105
wall street

(Vibiznews – Index) – Perdagangan di bursa saham Wall Street masuki zona merah pada penutupan hari Rabu dinihari (8/7/2026) oleh aksi jual pada saham-saham sektor teknologi, khususnya industri semikonduktor (chip) dan kecerdasan buatan (AI)

Indeks Nasdaq yang padat saham teknologi memimpin pelemahan dengan anjlok 1,16% ke level  25.819. Indeks  S&P 500 merosot sebesar 0,45% dan ditutup pada level 7.504, sedangkan Dow Jones mundur dari rekor dengan turun 0,32 ke posisi 52884.

Saham semikonduktor berada di bawah tekanan karena investor mempertanyakan apakah perusahaan-perusahaan raksasa AI dapat membenarkan pengeluaran infrastruktur yang tinggi.

Lonjakan laba kuartalan Samsung yang mencapai 19 kali lipat gagal mendukung sentimen pasar, yang kembali berada di bawah tekanan setelah laporan bahwa DeepSeek China sedang mengembangkan chip AI-nya sendiri.

Analis pasar menilai volatilitas musim menjelang bulan Agustus juga membuat investor cenderung mengambil langkah defensif daripada terus mengejar momentum saham yang sudah bergerak parabolik dalam beberapa bulan terakhir.

Sentimen juga dibebani oleh imbal hasil obligasi yang lebih tinggi  setelah serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz memperbarui kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh energi.

Saham-saham semikonduktor yang turut melemahkan Wall Street seperti Broadcom turun 0,8%, Micron kehilangan 4,7%, AMD mundur 6,5%, dan Intel merosot 9,7%.

Analis Vibiz Research Center melihat bahwa koreksi yang terjadi di Wall Street saat ini merupakan bentuk konsolidasi yang wajar setelah reli panjang saham-saham berbasis AI.