Pasar Variatif; IHSG Bias Positif, Rupiah dalam Tekanan — Domestic Market Outlook, 13-17 July 2026

86
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada seminggu berlalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Pasar keuangan di minggu lalu variatif, dengan IHSG meneruskan rebound namun rupiah lanjut tertekan.
  • Cadangan devisa Juni dilaporkan BI sebesar 145,6 miliar dolar AS, naik sedikit.
  • Penjualan eceran pada Juni diprakirakan terjaga, walau turun dari bulan sebelumnya.
  • Sentimen global saat ini masih sekitar tensi geopolitik Timur Tengah, serta ancaman kenaikan inflasi global dan prediksi suku bunga yang bertahan tinggi.
  • Data ekonomi yang diperhatikan pasar pekan mendatang ini minim untuk pasar domestik, sedangkan untuk pasar global di antaranya: rilis inflasi CPI Amerika pada hari Selasa; data GDP China di hari Rabu; serta inflasi CPI Eropa pada Jumat nanti.

Minggu berikutnya, isyu prospek ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 13-17 July 2026.

===

Minggu yang baru lewat IHSG di pasar modal Indonesia terpantau bangkit, di sekitar rentang konsolidasi 4 hari terakhirnya, masih di bawah area 2 minggu tertingginya, dengan penguatan yang dipimpin sektor energi dan barang baku. Sementara itu, bursa kawasan Asia pada seminggu ini umumnya mixed dengan pergerakan fluktuatif. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0,83%, atau 48,580 poin, ke level 5.924,360.

Untuk minggu berikutnya (13-17 Juli 2026), IHSG kemungkinan awalnya masih di area konsolidasi dalam bias positif, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 6.171 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.

 

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan berlalu dalam koreksi signifikan di minggu ketiganya, sempat bertengger di level sebulan terendahnya, dekat area rekor terendah serta merupakan mata uang terlemah se-Asia terhadap USD. Rupiah secara mingguannya berakhir melemah 105 poin atau 0,59% ke level Rp18.050 per USD. Sementara, dollar global sepanjang pekan fluktuatif dan dekat dengan 3 minggu terendahnya di tengah tensi geopolitik Timteng yang memanas serta risiko meningkatnya inflasi global.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan masih bisa menanjak dalam beberapa sesi, atau rupiah berpeluang bias melemah secara bertahap, dalam range antara resistance di level Rp18.136 dan Rp18.180, sementara support di level Rp17.845 dan Rp17.690.

 

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau turun tipis secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik terbatas yield obligasi di pekan kedua dan berakhir ke level 7,221%. Sementara yields US Treasury terpantau menanjak di minggu keduanya.

===

 

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 dilaporkan Bank Indonesia sebagai tetap terjaga sebesar 145,6 miliar dolar AS, sedikit meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar AS.

Perkembangan posisi cadangan devisa Juni 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

 

Bank Indonesia merilis penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan terjaga. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 diprakirakan sebesar 221,6, terutama ditopang oleh pertumbuhan positif penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori maupun Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. Secara bulanan, penjualan eceran pada Juni 2026 diprakirakan turun sebesar -0,8% (mtm), lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

 

===

Pembaca setia, perhatikanlah chart pergerakan harga asset investasi. Setelah periode rally pasar, akan tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan belakangan ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka.

Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting