(Vibiznews – Index) Bursa Saham Korea Selatan berakhir anjlok pada hari Senin, 13 Juli 2026, terpicu aksi jual saham-saham teknologi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Indeks Harga Saham Komposit Korea (KOSPI) turun 669,01 poin, atau 8,95 persen, menjadi 6.806,93 setelah sempat turun hingga 6.783,43.
Volume perdagangan moderat sebesar 469,86 juta saham senilai 39,8 triliun won (US$26,5 miliar), dengan jumlah saham yang turun jauh lebih banyak daripada yang naik, yaitu 713 berbanding 179.
Institusi dan investor asing masing-masing menjual saham senilai 2,22 triliun won dan 1,7 triliun won, sementara investor individu membeli saham senilai 3,9 triliun won.
Setelah dibuka 0,85 persen lebih rendah, KOSPI memperpanjang kerugiannya, memicu mekanisme penghentian sementara perdagangan saham yang terdaftar di KOSPI selama 20 menit. Ini menandai aktivasi ketujuh dari langkah tersebut tahun ini.
Pada hari Jumat, saham AS naik, didorong oleh penawaran saham AS senilai miliaran dolar dari produsen chip Korea Selatan SK hynix. Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi juga naik 0,29 persen.
American Depositary Receipt (ADR) SK hynix di Nasdaq ditutup pada US$168 per saham, jauh di atas harga penawaran US$149.
Meskipun debut pasar AS yang sukses, saham SK hynix anjlok karena investor mengambil keuntungan.
Sentimen investor juga terhambat oleh meningkatnya ketidakpastian di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan baru terkait status Selat Hormuz.
Saham-saham teknologi memimpin penurunan.
Saham unggulan pasar, Samsung Electronics, anjlok 10,7 persen menjadi 254.500 won, sementara pesaingnya di bidang pembuatan chip, SK hynix, merosot 15,37 persen menjadi 1.845.000 won.
Produsen mobil terkemuka, Hyundai Motor, turun 2,95 persen menjadi 444.000 won, dan raksasa pertahanan Hanwha Aerospace turun 3,21 persen menjadi 936.000 won.
Di antara saham-saham yang mengalami kenaikan, produsen baterai terkemuka LG Energy Solution naik 0,77 persen, dan perusahaan penyulingan minyak terkemuka SK Innovation naik 7,09 persen menjadi 110.200 won.








