IHSG Senin Ditutup Menguat 1,9% ke Level 6.038; Akhir Sesi Lompat ke 2,5 Minggu Tertingginya

91
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (13/7), terpantau menguat tajam 113,482 poin (1,92%) ke level 6.037,842 setelah dibuka naik ke level 5.934.719.

IHSG bergerak lompat di akhir sesi ke level 2,5 minggu terkuatnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah di tengah memanasnya lagi tensi geopolitik Timur Tengah dan status Selat Hormuz yang rawan, serta mencermati Wall Street yang di akhir pekan ditutup serempak dalam gain dipimpin sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,34% atau 62 poin ke level Rp 18.112, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah rebound terbatas di sesi global sebelumnya, melepas gain setelah naik di antara antisipasi investor bertambahnya inflasi AS oleh kenaikan lagi harga minyak mentah dunia dan peluang hawkish the Fed.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.050, serta terpantau terkoreksi lagi ke sekitar sebulan terendahnya, dekat level rekor terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 10,359 poin (0,17%) ke level 5.934.719. Sedangkan indeks LQ45 naik 0,030 poin (0,01%) ke level 589,280. Siang ini menguat 6,475 poin (0,11%) ke level 5.930,835. Sementara LQ45 terlihat turun 0,07% atau 0,400 poin ke level 588,850.

IHSG kemudian melaju kuat di akhir sesi dan ditutup menguat tajam 113,482 poin (1,92%) ke level 6.037,842. Sementara LQ45 terlihat turun 0,02% atau 0,120 poin ke level 587,250. Tercatat saat ini sebanyak 266 saham naik, 326 saham turun dan 197 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed bias melemah, di antaranya Nikkei yang turun 1,92%, dan Hang Seng yang naik 0,16%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini melaju dari rentang konsolidasinya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed di tengah memanasnya lagi tensi geopolitik Timur Tengah, serta mencermati Wall Street akhir pekan yang ditutup serempak gain.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan melanjutkan penguatan terakhirnya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.171 dan 6.377. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 5,317 dan bila tembus ke level 5,073.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group