Market Mover 14 July 2026 : Sentimen Lonjakan Harga Minyak Menghadapi Penurunan Inflasi AS

82

(Vibiznews – Economy & Business) Pasar perdagangan global hari Selasa, 14 Juli 2026, akan dipengaruhi ketegangan AS-Iran yang masih berlanjut, yang mendorong lonjakan harga minyak.

Dari data ekonomi AS, malam nanti akan dirilis data Inflasi AS. Malam nanti akan dirilis data Inflasi dan Inflasi Inti Juni AS. Inflasi Juni AS diindikasikan menurun. Inflasi Inti Juni AS diindikasikan tidak berubah.

Ketegangan AS-Iran masih terus berlanjut di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan AS memberlakukan kembali blokade Iran dan menghentikan kapal-kapal Iran menggunakan Selat Hormuz.

Trump menambahkan bahwa, jika tidak, selat tersebut akan tetap terbuka “dengan atau tanpa Iran” dan bahwa AS akan menjadi “penjaga” jalur air tersebut, menuntut penggantian biaya sebesar 20% dari seluruh kargo yang dikirim untuk memberikan perlindungan di daerah tersebut.

Pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan Iran dapat mendorong Iran untuk meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal yang berupaya melintasi Selat Hormuz.

Ketegangan AS-Iran diperkirakan masih akan menekan distribusi minyak di Selat Hormuz, yang dapat meningkatkan harga minyak.

Lonjakan harga minyak minyak mentah sebesar +9% pada hari Senin meningkatkan ekspektasi inflasi dan dapat mendorong The Fed untuk memperketat kebijakan moneter dan menaikkan suku bunga, dan hal ini dapat menekan pasar global.

Namun jika data Inflasi Juni AS terealisir turun, dan menekan dolar AS, akan dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham dan pasar komoditas.