Rekomendasi Harga Minyak 15 Juli 2026 : Naik Terpicu Ketegangan di Selat Hormuz

108

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah minyak mentah mencapai level tertinggi dalam 1 bulan dan ditutup naik hari Selasa, karena ketegangan AS dan Iran meningkat dan serangan baru terhadap kapal di Selat Hormuz mengurangi lalu lintas pelayaran dan membatasi pasokan minyak global.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS berakhir naik 1,54% pada $79,34 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 1,72% pada $84,73 per barel.

Harga minyak mentah naik pada hari Selasa setelah Presiden Trump memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan AS juga melancarkan serangan putaran lain terhadap Iran pada hari Selasa, dan UEA mengatakan dua kapal tanker minyak diserang oleh Iran di perairan Oman saat melintasi jalur selatan selat tersebut.

Namun, harga minyak mentah turun dari puncaknya pada hari Selasa setelah Presiden Trump mengatakan akan mengganti Biaya Penggantian AS sebesar 20% untuk melindungi Selat Hormuz dengan kesepakatan perdagangan dan investasi yang akan ia buat dengan berbagai negara Teluk.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak mentah dapat bergerak naik dengan masih berkangsungnya ketegangan AS-Iran di yang mengganggu pelayaran pengiriman minyak di Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $81,13-$82,91. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $77,70-$76,05.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $87,06-$89,40. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $82,88-$81,04.