Harga Kakao Ditutup Turun Tajam Terpicu Peningkatan Tajam Persediaan Kakao

77
kakao

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York ditutup turun tajam pada akhir perdagangan hari Kamis (16/7/2026) waktu setempat, karena membaiknya fundamental pasokan memicu aksi jual yang signifikan di pasar berjangka kakao.

Harga kakao berjangka kontrak September 2026 ditutup anjlok lebih dari 7,5% (turun $442) dan menetap di $5.362 per metrik ton. Sepanjang sesi perdagangan, harga sempat berfluktuasi membukukan level tertinggi harian di $6.011 dan terendah di $5.323 per ton.

Koreksi harga yang cukup dalam ini utamanya ditekan oleh data terbaru yang memperlihatkan bahwa persediaan kakao yang dipantau oleh bursa ICE kembali mengalami peningkatan tajam.

Angka persediaan di gudang-gudang bursa dilaporkan telah melonjak melampaui 3,2 juta kantong. Lonjakan ini menyentuh level persediaan tertinggi dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir, yang secara otomatis meredakan kekhawatiran pasar akan kelangkaan pasokan global dan membebani pergerakan harga.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao berpotensi masih bergerak dalam tekanan turun terpicu terus meningkatnya pasokan global di gudang bursa. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $5.310 – $5.220. Namun jika berbalik arah menguat (rebound), akan bergerak dalam kisaran Resistance $5.600 – $6.020.