Harga Kopi Kamis Berakhir Turun Terpicu Peningkatan Eskpor dari Brasil

52
kopi hitam, biji kopi

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada hari Kamis karena data peningkatan ekspor dari Brasil serta aksi jual likuidasi oleh para pelaku pasar di tengah ketatnya likuiditas bursa.

Harga kopi arabika berjangka kontrak September 2026 ditutup turun 4,33% pada $3.1260 per pon.

Harga kopi arabika telah berfluktuasi tajam minggu ini, setelah sempat mencapai level tertinggi pada pekan lalu sebelum akhirnya mengalami tekanan jual yang signifikan.

Laporan terbaru dari asosiasi eksportir Cecafe menunjukkan bahwa ekspor kopi hijau dari Brasil pada bulan Juni melonjak +14,4% y/y menjadi 2,64 juta kantong, mendorong harga lebih rendah akibat kuatnya pasokan dari negara produsen utama dunia tersebut.

Langkah bursa Intercontinental Exchange (ICE) baru-baru ini yang menaikkan persyaratan margin untuk perdagangan berjangka kopi juga telah membatasi likuiditas pasar. Hal ini memicu gelombang penutupan posisi (likuidasi) oleh berbagai lembaga pengelola dana komoditas yang turut menekan harga kopi.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika dapat turun terpicu prospek peningkatan arus pasokan dari Brasil serta momentum teknikal yang melemah. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.07-$2.98. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.15-$3.26.