Harga Gula Kamis Berakhir Turun Terpicu Percepatan Panen di Brasil

52

(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun cukup signifikan pada hari Kamis karena percepatan panen di Brasil dan membaiknya curah hujan di India yang memicu ekspektasi peningkatan pasokan.

Harga gula mentah berjangka kontrak Oktober 2026 ditutup merosot 2,80% pada 14,41 sen per pon.

Harga gula tertekan di tengah kembalinya cuaca kering di kawasan produsen utama Brasil. Kondisi cuaca yang lebih bersahabat ini memungkinkan proses panen tebu dan aktivitas penggilingan di pabrik-pabrik berjalan lebih cepat dan optimal, setelah beberapa waktu terakhir sempat terhambat oleh hujan deras.

Selain itu, tekanan tambahan datang dari perbaikan curah hujan monsun di India, yang merupakan produsen gula terbesar kedua di dunia. Meskipun curah hujannya secara akumulatif tercatat masih sedikit di bawah rata-rata normal, perbaikan intensitas hujan baru-baru ini dinilai cukup untuk mengangkat prospek hasil panen tebu negara tersebut ke depannya.

Sentimen membaiknya prospek pasokan global dari kedua negara produsen utama tersebut mendorong para pelaku pasar berjangka melakukan aksi jual (sell-off), yang pada akhirnya memberikan tekanan kuat pada pergerakan harga gula.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga gula dapat bergerak turun terpicu proyeksi peningkatan pasokan gula global menyusul membaiknya cuaca di Brasil dan India. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 14,10-13,95 sen. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 14,65-14,80 sen.