Harga Kakao Jumat Ditutup Melonjak Tajam Terpicu Derasnya Aksi Beli di Pasar Berjangka Kakao

58

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York ditutup melonjak tajam pada hari Jumat karena rilis data yang menunjukkan peningkatan permintaan di kawasan Asia memicu derasnya aksi beli di pasar berjangka kakao.

Harga kakao berjangka kontrak September 2026 ditutup melesat naik 4,63% pada $5.610 per ton.

Data industri yang dirilis pada hari Jumat melaporkan bahwa aktivitas penggilingan kakao (cocoa grindings) di wilayah Asia mencatatkan peningkatan yang solid secara tahunan (y/y), menepis kekhawatiran pasar sebelumnya mengenai potensi perlambatan permintaan global.

Selain faktor permintaan, harga kakao terus mendapat dukungan kuat dari sisi pasokan. Hujan lebat di negara produsen utama seperti Pantai Gading dan Ghana telah membanjiri jalan dan memutus akses petani ke lahan pertanian serta pelabuhan, mengancam kelancaran distribusi pasokan global.

Kelembaban yang berlebihan di kawasan Afrika Barat tersebut juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit busuk cokelat (black pod disease) pada pohon kakao, yang berpotensi memangkas proyeksi hasil panen dan membahayakan suplai musim mendatang.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, harga kakao dapat berpotensi melanjutkan pergerakan naik terpicu oleh sentimen positif tingginya permintaan dan kekhawatiran pasokan. Harga kakao diperkirakan bergerak jika terkoreksi turun dalam kisaran Support $5.413-$5.362. Namun jika melanjutkan tren penguatan, akan bergerak menguji kisaran Resistance $5.765-$5.850.