(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro berakhir turun hari Selasa, tertekan penguatan dolar AS.
Pasangan mata uang EUR/USD ditutup turun 0,14% pada 1.1398.
Penguatan dolar AS menakan Euro pada hari Selasa.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah +2% pada hari Selasa ke level tertinggi 5 minggu berdampak negatif bagi ekonomi Zona Euro dan euro, karena Eropa mengimpor sebagian besar energinya.
Namun, kerugian pada euro terbatas setelah ekspektasi pertumbuhan ekonomi dari survei ZEW Jerman bulan Juli meningkat lebih dari yang diperkirakan ke level tertinggi 5 bulan.
Ekspektasi pertumbuhan ekonomi dari survei ZEW Jerman bulan Juli naik +15,8 ke level tertinggi 5 bulan sebesar 26,3, lebih kuat dari ekspektasi 15,3.
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga +25 basis poin oleh ECB sebesar +4% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada hari Kamis.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro dapat bergerak turun tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1388-1.1377. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1419-1.1439.








