Rekomendasi Harga Kopi Arabika 22 Juli 2026 : Dapat Turun Terpicu Cuaca Kering Mendukung Panen

109

(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York berakhir turun pada akhir sesi perdagangan hari Selasa (21 Juli 2026) karena prakiraan cuaca yang lebih kering di Brasil, yang meredakan kekhawatiran atas risiko cuaca ekstrem dan memicu aksi ambil untung oleh para investor.

Harga kopi arabika berjangka kontrak September 2026 ditutup turun 0,75% atau 2,45 poin pada level $3.2210 per pon (322,10 sen dolar AS per pon).

Harga kopi arabika yang sebelumnya sempat bertahan di level tinggi, tertekan merespons hilangnya kepanikan pasar terhadap ancaman suhu dingin ekstrem atau embun beku (frost). Proyeksi cuaca yang lebih kering di kawasan pertanian utama Brasil pada hari-hari mendatang dinilai sangat krusial untuk mendukung kelancaran kembali aktivitas pemetikan dan proses penjemuran biji kopi.

Meski demikian, laju panen di negara produsen utama tersebut masih menjadi sorotan. Data pada pertengahan Juli menunjukkan bahwa panen kopi Brasil musim 2026/27 baru mencapai kisaran 64%, angka yang masih tertinggal dibandingkan rata-rata laju panen tahun-tahun sebelumnya. Namun, membaiknya cuaca membuat pelaku pasar berekspektasi bahwa pasokan biji kopi baru akan segera meningkat di pasar fisik, sehingga menahan harga untuk kembali naik.

Meredanya kekhawatiran akan gagal panen ini secara langsung mendorong para spekulan untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking), menekan harga turun dari level penutupan sebelumnya di 324,55 sen per

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika dapat melanjutkan tren penurunannya apabila kondisi cuaca di wilayah produksi kopi di Brasil tetap kondusif untuk memfasilitasi percepatan penyelesaian panen. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $3.18-$3.15. Namun jika berbalik naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.25-$3.27.