Forex USD/JPY 22 Juli 2026 : Yen Dapat Tertekan Lonjakan Harga Minyak

136
nikkei yen

(Vibiznews – Forex) Mata uang Yen ditutup lemah pada hari Selasa, tertekan kenaikan harga minyak.

Pasangan mata uang USD/JPY berakhir naik +0,43% pada 163.18.

Yen merosot ke level terendah baru dalam 39 tahun terhadap dolar pada hari Selasa. Harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam 5 minggu pada hari Selasa, menekan yen, karena hal ini berdampak negatif terhadap perekonomian Jepang dan yen, mengingat Jepang mengimpor lebih dari 90% energinya.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah pada hari Selasa juga membebani yen.

Ditambah lagi, lonjakan +3% pada Indeks Saham Nikkei pada hari Selasa telah mengurangi permintaan aset aman (safe-haven) untuk yen.

Risiko intervensi di pasar mata uang untuk mendukung yen sangat tinggi, karena yen tetap berada di atas 160 per dolar pada level terendah dalam 39 tahun. Otoritas Jepang telah beberapa kali melakukan intervensi di pasar valuta asing di masa lalu ketika yen melampaui level tersebut.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BOJ sebesar +25 basis poin sebesar +0% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada 31 Juli.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Yen dapat bergerak turun tertekan lonjakan harga minyak mentah. Pasangan mata uang USD/JPY diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance 163,47-163,76. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support 162,67-162,16.