(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (24/7), terpantau terkoreksi cukup signifikan 67,135 poin (1,06%) ke level 6.248,176 setelah dibuka turun ke level 6.266.975.
IHSG bergerak melemah bertahap memasuki hari ketiganya menjauhi 5 minggu tertinggi sebelumnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya dibuka melemah di tengah harga minyak yang melejit oleh panasnya tensi konflik AS-Iran yang akan mengangkat inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam kembali terkoreksi signifikan diseret sektor teknologi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat 0,11% atau 20 poin ke level Rp 17.890, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak turun setelah menguat di sesi global sebelumnya, agak terkoreksi dari area 3 minggu tertingginya yang ditopang naiknya risiko inflasi oleh melajunya harga minyak mentah dunia karena memanjangnya konflik Timur Tengah.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.910, serta terpantau mendekati area sebulan tertingginya kembali.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 48,336 poin (0,77%) ke level 6.266.975. Sedangkan indeks LQ45 turun 6,660 poin (1,06%) ke level 620,460. Pagi ini melemah 67,135 poin (1,06%) ke level 6.248,176. Sementara LQ45 terlihat turun 1,54% atau 9,640 poin ke level 617,480.
Tercatat saat ini sebanyak 134 saham naik, 414 saham turun dan 150 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup pada subuh tadi dengan ketiga indeks acuannya lanjut terkoreksi signifikan di tengah aksi jual besar sektor teknologi, menanjaknya harga minyak ke atas $100 per barrel oleh tensi panas konflik AS–Iran serta melajunya yield U.S. Dow Jones berakhir turun 0,97%, S&P 500 melemah 1,21%, serta Nasdaq merosot 2,15%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 2,85%, dan Hang Seng yang turun 1,22%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini melemah bertahap memasuki hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed melemah di tengah harga minyak yang melejit yang akan mengangkat inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi signifikan diseret sektor teknologi.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih ditahan profit taking pendek, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






