IHSG Jumat Siang Merosot 1,8% ke Level 6.205; Koreksi Signifikan, Dipimpin Saham Bank Big-Caps

89
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (24/7), terpantau merosot 110,679 poin (1,75%) ke level 6.204,632 setelah dibuka turun ke level 6.266.975.

IHSG bergerak melemah tajam di hari ketiganya menjauhi 5 minggu tertinggi sebelumnya, dipimpin aksi jual saham bank big-caps, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di tengah harga minyak yang melejit oleh panasnya tensi konflik AS-Iran yang akan mengangkat inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam kembali terkoreksi signifikan diseret sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,34% atau 60 poin ke level Rp 17.970, dengan dollar AS di pasar uang Asia beranjak turun setelah menguat di sesi global sebelumnya, agak terkoreksi dari area 3 minggu tertingginya yang ditopang naiknya risiko inflasi oleh melajunya harga minyak mentah dunia karena memanjangnya konflik Timur Tengah.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.910, serta terpantau terkoreksi kembali dari area sebulan tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 48,336 poin (0,77%) ke level 6.266.975. Sedangkan indeks LQ45 turun 6,660 poin (1,06%) ke level 620,460. Siang ini melemah signifikan 110,679 poin (1,75%) ke level 6.204,632. Sementara LQ45 terlihat turun 1,66% atau 10,420 poin ke level 616,700.

Tercatat saat ini sebanyak 80 saham naik, 594 saham turun dan 115 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 3,13%, dan Hang Seng yang turun 1,27%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini melemah tajam pada hari ketiganya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed melemah di tengah harga minyak yang melejit yang mengangkat inflasi global, serta mencermati Wall Street yang berakhir terkoreksi signifikan diseret sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan tetap di zona merah ditahan profit taking, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group