(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Jumat sore ini (31/7), terpantau menguat 49,763 poin (0,80%) ke level 6.236,126 setelah dibuka naik ke level 6.219.623.
IHSG bergerak rebound 2 hari ke level seminggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat dipimpin Kospi yang melonjak 13% mengikuti sentimen global, serta mencermati Wall Street yang berakhir semalam dengan serempak rebound signifikan.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat 0,50% atau 90 poin ke level Rp 17.990, dengan dollar AS di pasar uang Eropa merangkak naik setelah merosot 3 hari di sesi global sebelumnya, bangkit dari area 6 minggu terendahnya di antara penguatan yen Jepang dari posisi 40 tahun terendahnya.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 18.080, serta terpantau bangkit signifikan menjauhi area 2 minggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 33,260 poin (0,54%) ke level 6.219.623. Sedangkan indeks LQ45 naik 2,540 poin (0,41%) ke level 621,400. Siang ini menguat 38,915 poin (0,63%) ke level 6.225,278. Sementara LQ45 terlihat naik 1,960 poin (0,32%) poin ke level 620,820.
IHSG kemudian merangkak naik dan ditutup menguat 49,763 poin (0,80%) ke level 6.236,126. Sementara LQ45 terlihat naik 0,47% atau 2,890 poin ke level 621,750. Tercatat saat ini sebanyak 437 saham naik, 193 saham turun dan 159 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang melonjak 4,03%, dan Hang Seng yang naik 0,10%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini melanjutkan rebound ke seminggu terkuatnya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya bias menguat dipimpin Kospi yang melonjak 13%, serta mencermati Wall Street yang berakhir dengan rebound signifikan.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan melanjutkan rebound-nya, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.460 dan 6.631. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,002 dan bila tembus ke level 5,839.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group






