Indeks Nikkei Senin Berakhir Melemah Akibat Lonjakan Yen

58
nikkei
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang ditutup melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 3 Agustus 2026, terkoreksi akibat lonjakan nilai tukar yen dan aksi jual besar-besaran di saham eksportir serta sektor robotika, membalikkan sebagian besar penguatan tajam yang sempat dicetak pada akhir pekan lalu.

Indeks Nikkei 225 ditutup merosot 607,12 poin, atau melemah 0,94%, dan berakhir di level 63.754,90. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, pergerakan indeks terpantau tertekan sejak pembukaan. Setelah dibuka di level 63.834,95 dari posisi penutupan sebelumnya di 64.362,02, indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 63.905,12, namun tekanan jual yang datang silih berganti membuat indeks terus melemah hingga menyentuh titik terendah harian di 62.703,47 pada sesi pagi, sebelum akhirnya sedikit pulih menjelang penutupan. Sebagai catatan, rekor tertinggi 52 minggu indeks saat ini berada di 72.831,73, sementara rekor terendahnya di 39.850,52.

Pelemahan bursa Tokyo pada perdagangan awal pekan ini tidak lepas dari gejolak nilai tukar yen yang melonjak tajam hingga menyentuh kisaran 155,2 yen per dolar AS, setelah pemerintah Jepang mengonfirmasi pelaksanaan operasi pembelian yen yang dikoordinasikan bersama Departemen Keuangan Amerika Serikat. Langkah intervensi ini secara langsung membalikkan sentimen positif yang sebelumnya menopang reli bursa pada akhir pekan lalu, sekaligus memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar terhadap prospek emiten berorientasi ekspor.

Penguatan mata uang lokal tersebut kontan menekan ekspektasi pendapatan emiten-emiten raksasa yang mengandalkan pasar ekspor. Saham Toyota Motor tergelincir 3,37%, sementara Suzuki Motor bahkan anjlok lebih dalam hingga 6,74%, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak yen yang lebih kuat pada margin laba para eksportir. Tekanan jual juga merambat ke sektor robotika dan manufaktur, dengan saham produsen robotika Fanuc ambruk hingga 14,31%, menjadi salah satu penekan utama indeks hari ini. Sektor finansial dan teknologi pun tidak luput dari aksi jual, terlihat dari saham pemasok cip Advantest yang turun 2,7%, ikut menyeret pergerakan indeks ke zona merah.

Di sisi lain, sentimen risk-off yang melanda kawasan regional turut memperberat langkah Nikkei 225. Gejolak yang juga melanda pasar Asia Pasifik, termasuk anjloknya indeks KOSPI Korea Selatan, membuat investor global cenderung mengambil sikap berhati-hati dan memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko di awal pekan perdagangan ini.