Harga Gula Rabu Bergerak Naik Terpicu Ancaman Defisit Pasokan Global

67
gula, sugar

(Vibiznews – Commodity) Harga gula mentah di bursa komoditi internasional bergerak konsolidasi menguat terbatas pada perdagangan hari Rabu, 5 Agustus 2026, sukses mempertahankan posisinya di level tertinggi dalam hampir satu bulan terakhir, didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ancaman defisit pasokan global untuk musim panen 2026/2027.

Harga kontrak berjangka gula mentah dunia atau raw sugar NY-11 terpantau diperdagangkan stabil pada kisaran 15,04 hingga 15,31 sen dolar AS per pon, melanjutkan reli penguatan dari sesi perdagangan sebelumnya. Sejalan dengan pergerakan di bursa New York, harga gula putih berjangka kontrak acuan di bursa London atau white sugar ICE #5 juga terpantau bertahan kokoh pada tren positif di kisaran 465 dolar AS per metrik ton setelah mencetak kenaikan harian yang solid.

Tren penguatan yang menopang pasar gula global ini secara garis besar dipicu oleh sejumlah katalis fundamental. Lembaga analis komoditas dunia seperti Covrig Analytics dan StoneX kompak merevisi prospek pasar dengan memproyeksikan terjadinya defisit gula global yang lebih parah untuk musim 2026/2027, sebuah sentimen yang memicu gelombang pembalikan posisi beli atau short-covering oleh para spekulator di bursa berjangka.

Selain itu, faktor cuaca ekstrem turut membayangi proyeksi pasokan. Curah hujan yang berlebih dilaporkan sempat menginterupsi aktivitas panen tebu di Brasil selaku produsen terbesar dunia. Di sisi lain, Departemen Meteorologi India merilis estimasi bahwa curah hujan monsun untuk periode Agustus hingga September kemungkinan akan tetap berada di bawah rata-rata, sehingga mengancam produktivitas tebu nasional negara tersebut. Kondisi ini diperparah dengan dinamika diversifikasi etanol, di mana kenaikan harga gula membuat pabrik-pabrik penggilingan tebu global lebih memilih mengalokasikan tebunya untuk produksi gula pasir ketimbang diolah menjadi bahan bakar etanol demi mengejar margin keuntungan yang lebih tebal.

Sementara itu, dinamika penguatan di bursa komoditas global tampaknya tidak sepenuhnya tercermin pada pergerakan saham emiten gula di pasar modal domestik Indonesia. Saham PT Aman Agrindo Tbk dengan kode emiten GULA justru ditutup terkoreksi sehat sebesar 2,48 persen ke level Rp785 per saham, setelah sebelumnya sempat mencatatkan reli mingguan yang tajam akibat sentimen rencana aksi korporasi. Adapun di pasar ritel, rata-rata harga gula pasir lokal nasional bergerak di kisaran Rp16.000 hingga Rp18.500 per kilogram, dengan harga tertinggi masih tercatat di wilayah Indonesia Timur, tepatnya Gorontalo, yang menyentuh level Rp23.000 per kilogram.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula mentah masih berpotensi melanjutkan tren penguatan seiring belum meredanya sentimen defisit pasokan global yang membayangi pasar. Harga gula mentah berhasil melakukan breakout dari zona konsolidasi jangka pendek dan kini tengah menguji batas psikologis baru di atas level 15 sen. Harga gula mentah diperkirakan bergerak menguji kisaran Resistance 15,31-15,65. Namun, jika muncul aksi ambil untung dari para pedagang setelah reli yang cukup panjang, pergerakan berpotensi terkoreksi menuju kisaran Support 14,92-14,65.