(Vibiznews – Commodity) Harga kontrak berjangka kopi arabika di bursa Intercontinental Exchange New York terpantau melanjutkan pemulihan tren naik (rebound) pada perdagangan hari Rabu, 5 Agustus 2026. Pasar berhasil bangkit dari koreksi tajam yang terjadi pada awal pekan ini, didorong oleh kekhawatiran baru seputar potensi penundaan panen akibat cuaca ekstrem di kawasan Amerika Selatan.
Pergerakan harga kopi arabika hari ini tercatat menguat sebesar 0,62 persen ke level 326 sen dolar AS per pon. Penguatan ini menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar setelah komoditas ini sempat mengalami tekanan jual signifikan pada sesi-sesi perdagangan sebelumnya akibat percepatan panen di Brasil.
Faktor utama yang mendorong penguatan harga pada hari ini adalah munculnya prakiraan cuaca basah di Brasil. Adanya potensi curah hujan tak terduga di wilayah Minas Gerais, sebagai sentra produksi arabika terbesar di Brasil, memicu aksi beli spekulatif atau short-covering di kalangan investor. Hujan deras pada periode ini dinilai berisiko memperlambat aktivitas panen serta berpotensi menurunkan kualitas biji kopi yang dihasilkan, sehingga mendorong pelaku pasar untuk menutup posisi jual mereka.
Selain itu, penguatan harga turut ditopang oleh ketatnya stok kopi arabika yang tersertifikasi. Inventaris kopi arabika resmi yang tersimpan di gudang bursa ICE terpantau terus menyusut dari waktu ke waktu. Minimnya cadangan fisik ini membuat pergerakan harga komoditas kopi menjadi sangat sensitif terhadap gangguan pasokan sekecil apa pun, sehingga turut memberikan dukungan bagi harga untuk bertahan di level yang lebih tinggi.
Di sisi lain, pelaku pasar jangka panjang mulai melakukan penyesuaian harga premium untuk musim mendatang. Kekhawatiran ini muncul seiring ancaman badai kekeringan ekstrem atau fenomena Super El-Nino yang berpotensi mengganggu fase pembungaan pohon kopi pada periode September hingga Oktober mendatang. Bayang-bayang anomali iklim ini turut menjadi faktor yang membuat pelaku pasar bersikap lebih waspada dalam mengambil posisi jual jangka pendek.
Secara teknikal, harga kopi arabika saat ini tengah berkonsolidasi kokoh untuk bertahan di atas koridor batas psikologis baru di level 3,20 dolar AS per pon. Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan hari ini, harga kopi arabika akan bergerak dengan pivot point di level $3,26. Apabila harga bergerak menguat, resistance terdekat berada di level $3,34, dengan potensi penguatan lanjutan menuju level $3,42 jika curah hujan di Brasil terkonfirmasi merusak kualitas panen secara luas. Sebaliknya, jika harga bergerak melemah, support pertama berada di level $3,21 sebagai lantai pertahanan kritis harian, dengan potensi pelemahan lanjutan menuju area jenuh jual di level $3,10.








