Rekomendasi Forex EUR/USD 10 Agustus 2026 : Dapat Turun Tertekan Penguatan Dolar AS

100

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro menguat ke level tertinggi dalam 7 minggu dan berakhir naik pada akhir pekan hari Jumat, setelah dolar AS merosot akibat laporan ketenagakerjaan AS bulan Juli yang lebih lemah dari perkiraan.

Pasangan mata uang EUR/USD ditutup naik 0,30% pada 1.1558.

Euro juga mendapat dukungan dari data perdagangan Jerman yang lebih baik dari perkiraan, yang menunjukkan bahwa ekspor dan impor bulan Juni meningkat melebihi ekspektasi.

Produksi industri Jerman bulan Juni naik +0,2% secara bulanan (m/m), tepat sesuai ekspektasi.

Data perdagangan Jerman menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan. Ekspor Jerman bulan Juni naik +0,9% m/m, melampaui ekspektasi sebesar +0,5% m/m. Selain itu, impor bulan Juni naik +4,4% m/m, lebih tinggi dari perkiraan sebesar +2,0% m/m.

Pasar memperhitungkan peluang sebesar 85% bagi ECB untuk menaikkan suku bunga sebesar +25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 10 September.

Namun dolar AS masih mendapat dukungan dengan ketidakpastian pembicaraan AS-Iran terkait Selat Hormuz.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menyatakan bahwa pembukaan kembali selat tersebut mengharuskan Washington untuk mencabut blokade angkatan laut dan sanksi, menarik pasukan militer AS dari kawasan tersebut, membayar ganti rugi perang, serta mencairkan aset Iran yang dibekukan.

Dewan tersebut juga menyerukan penghentian serangan AS terhadap sekutu regional Iran serta penghentian ancaman terhadap Iran, menurut laporan tersebut.

Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengisyaratkan pada hari Minggu bahwa ia bersedia membiarkan tekanan ekonomi terhadap Iran terus dibandingkan memerintahkan serangan militer baru, meskipun Teheran terus menentang Washington.

“Kami menanganinya dengan tenang,” ujar Trump kepada Axios dalam sebuah percakapan telepon. “Kami hanya melakukan negosiasi setengah jalan dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki dana.”

Ia mengatakan kondisi ekonomi Iran “sangat buruk” dan negara itu kekurangan dana untuk membayar pasukannya, seraya menambahkan bahwa blokade angkatan laut AS telah memperparah masalah ekonomi rezim tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, pergerakan mata uang Euro dapat bergerak turun terpicu penguatan dolar AS akibat ketidakpastian pembicaraan AS-Iran memicu permintaan safe haven dolar AS. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1524-1.1489. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1587-1.1615.