(Vibiznews – Index) Untuk rekomendasi harian Hang Seng hari ini, terlebih dahulu melihat perdagangan sesi Jumat lalu yang ditutup menguat 0,5 persen atau bertambah 137,75 poin ke level 25.668,03, setelah bangkit dari pelemahan awal dan mencapai level tertinggi harian di 25.669,52.
Sebagai penggerak pasar hari ini, bursa saham Wall Street pada perdagangan Jumat malam waktu New York ditutup menguat dan mencatatkan pekan penguatan kedua secara beruntun. Indeks S&P 500 naik 0,62 persen mencetak rekor penutupan tertinggi baru di level 7.757,64, Nasdaq Composite melesat 1,30 persen ke posisi 26.690,62, sementara Dow Jones Industrial Average menguat tipis 0,28 persen atau 151,83 poin ke level 54.036,93. Penguatan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan AS bulan Juli yang mengecewakan, di mana perekonomian AS secara tak terduga kehilangan 23.000 lapangan kerja, jauh di bawah ekspektasi penambahan 80.000 lapangan kerja. Data yang lemah ini justru direspons positif oleh pasar karena meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan menahan atau bahkan memangkas suku bunga acuan, sehingga memicu aksi beli besar-besaran pada saham teknologi dan semikonduktor yang sensitif terhadap suku bunga, dengan sektor semikonduktor membukukan kenaikan lebih dari 7 persen sepanjang pekan.
Sentimen positif dari Wall Street tersebut mengalir deras ke perdagangan Hang Seng pagi ini, Senin 10 Agustus 2026. Indeks dibuka menguat di level 25.805,18 dan terus melanjutkan penguatan hingga bergerak di kisaran 25.864,71 atau naik 0,77 persen pada pukul 10.10 waktu Hong Kong, dengan level tertinggi harian tercatat di 25.899,81 dan level terendah di 25.720,46. Pergerakan pagi ini melanjutkan tren positif dari penutupan Jumat lalu, di mana indeks berhasil bangkit setelah sempat tertekan tajam pada pekan sebelumnya.
Beberapa faktor menjadi pendorong utama penguatan pasar hari ini. Pertama, ekspektasi penurunan suku bunga global turut menopang sentimen pasar Asia, termasuk Hong Kong, seiring bursa Wall Street dan Eropa yang ditutup menguat merespons membaiknya prospek pemangkasan suku bunga acuan global. Kedua, aksi beli pada saham teknologi raksasa menjadi motor utama penguatan indeks pagi ini, dengan saham-saham berkapitalisasi besar seperti Alibaba yang naik 1,2 persen dan JD.com yang menguat 1,4 persen memimpin kenaikan setelah sempat tertekan aksi ambil untung pada pekan lalu. Ketiga, pasar cenderung berhati-hati namun optimistis menjelang rilis resmi data Produk Domestik Bruto kuartal kedua untuk wilayah Hong Kong dan beberapa negara ekonomi utama Asia pekan ini.
Meski demikian, potensi kenaikan indeks yang lebih tinggi sedikit tertahan oleh fluktuasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus dipantau oleh para pelaku pasar karena dampaknya terhadap harga energi global.
Secara teknikal menurut analis Vibiz Research Center, pergerakan indeks Hang Seng berjangka akan menguji level-level kunci baru. Berdasarkan proyeksi pergerakan Pivot Point hari ini yang dihitung dari rentang perdagangan sesi sebelumnya, berikut adalah rincian level Support (S) dan Resistance (R):
Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 26.037 | S1 | 25.484
R2 | 25.853 | S2 | 25.301
R1 | 25.761 | S3 | 25.208
Pivot | 25.577 | |
Buy Avg | 25.600 | Sell Avg | 25.550
Dengan harga saat ini di level 25.864,71, indeks telah berhasil menembus area R2 di 25.853, menandakan momentum bullish yang cukup kuat sejak pembukaan sesi pagi ini. Selama sentimen ekspektasi penurunan suku bunga dan penguatan saham teknologi tetap solid, indeks berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji resistance kuat berikutnya di R3 pada level 26.037, sejalan dengan level tertinggi intraday yang telah tercatat di 25.899,81.
Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi profit taking mengingat kenaikan yang telah berlangsung cukup tajam sejak pembukaan. Apabila tekanan jual muncul, area Pivot di 25.577 hingga R1 di 25.761 berpotensi menjadi support jangka pendek, sejalan dengan level rendah intraday di 25.720,46. Penembusan ke bawah area tersebut baru akan membuka ruang pelemahan lanjutan menuju S1 di 25.484.








