(Vibiznews – Index) Indeks Nikkei Jepang melesat tajam pada perdagangan hari ini, Senin, 10 Agustus 2026, mencatatkan pemulihan signifikan menuju level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, seiring bursa Tokyo mengekor penguatan Wall Street pasca rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan.
Berdasarkan pemantauan pasar hingga pukul 11.00 waktu Tokyo, Indeks Nikkei 225 bergerak menguat 2,03% ke level 66.937,50. Setelah dibuka di level 65.905,10 dari posisi penutupan sebelumnya di 65.606,71, indeks terus melaju hingga menyentuh level tertinggi harian di 66.986,12, dengan level terendah harian tercatat di 65.848,58. Sebagai catatan, rekor tertinggi 52 minggu indeks saat ini berada di 72.831,73, sementara rekor terendahnya di 41.835,17.
Penguatan tajam bursa Tokyo hari ini didorong oleh beberapa katalis utama. Pertama, sinyal pelonggaran kebijakan The Fed. Bursa Tokyo mengekor penguatan Wall Street setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve dalam waktu dekat, sekaligus memicu aliran dana kembali ke aset berisiko.
Kedua, kembalinya aksi beli saham teknologi dan AI. Setelah sempat terkoreksi akibat aksi ambil untung pada sektor kecerdasan buatan pekan lalu, investor kembali memburu saham elektronik dan semikonduktor berorientasi ekspor, yang didukung oleh kuatnya permintaan global terhadap produk-produk teknologi Jepang.
Ketiga, sentimen fluktuasi energi dan geopolitik. Pasar terus mencermati perkembangan situasi di Selat Hormuz setelah Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan AS, yang sempat menaikkan harga minyak mentah WTI sebesar 1%. Namun optimisme korporasi domestik mampu mengompensasi kekhawatiran inflasi tersebut.
Keempat, surplus neraca berjalan Jepang. Data domestik terbaru menunjukkan neraca berjalan Jepang bulan Juni tetap mencatatkan surplus yang ditopang oleh kinerja ekspor produk teknologi yang solid, turut memperkuat keyakinan investor terhadap fundamental ekonomi Jepang.
Analisis Teknikal: Support, Resistance, dan Pivot
Mengacu pada pergerakan harga sesi Jumat sebagai basis kalkulasi, dengan level tertinggi 65.990,72, terendah 64.651,49, dan penutupan di 65.606,71, berikut proyeksi teknikal untuk perdagangan hari ini:
Kategori | Level | Kategori | Level
R3 | 67.520 | S1 | 64.842
R2 | 66.756 | S2 | 64.077
R1 | 66.181 | S3 | 63.503
Pivot | 65.416 | |
Buy Avg | 65.129 | Sell Avg | 65.799
Rekomendasi Perdagangan
Analyst Vibiz Research mencermati bahwa posisi Indeks Nikkei 225 saat ini di level 66.937,50 telah bergerak jauh di atas area Pivot Point 65.416 dan bahkan telah menembus level Resistance 2 di 66.756, mengonfirmasi momentum bullish yang sangat kuat pada perdagangan pagi ini. Penguatan lebih dari 2% dalam waktu singkat ini mencerminkan optimisme tinggi pasar terhadap prospek pelonggaran kebijakan The Fed serta kembalinya minat investor pada saham teknologi.
Bagi pelaku pasar yang sudah memiliki posisi beli sejak harga rendah pekan lalu, disarankan untuk mulai menerapkan strategi trailing stop guna mengamankan keuntungan portofolio. Kenaikan tajam yang telah menembus sebagian besar level resisten berpotensi memicu aksi ambil untung secara tiba-tiba, mengingat sentimen geopolitik di Selat Hormuz masih berpotensi membalikkan arah pasar sewaktu-waktu.
Sementara itu, bagi investor yang baru berencana mengambil posisi beli, sangat disarankan untuk menahan diri dan menunggu momen koreksi wajar mendekati area Pivot Point di kisaran 65.416, atau setidaknya area Buy Avg di 65.129. Keputusan membeli pada area harga puncak setelah reli setajam ini memiliki profil risiko yang cukup besar, mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi di tengah ketidakpastian kebijakan moneter dan geopolitik global.








