Harga CPO Jumat Cetak Rekor Tertinggi Baru Terbantu Lonjakan Harga Minyak

23
cpo

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit mentah atau CPO global melesat pada perdagangan hari ini, Jumat (21/8/2026), dengan kontrak acuan di Bursa Malaysia Derivatives menembus level RM4.961 per metrik ton. Pencapaian ini mencetak rekor tertinggi baru dalam 20 bulan terakhir, seiring berlanjutnya reli penguatan yang telah berlangsung selama beberapa hari perdagangan terakhir. Kontrak acuan bergerak pada rentang RM4.927 hingga RM4.961 per metrik ton, mencerminkan kenaikan mingguan sebesar 3,17 persen dan penguatan bulanan yang mencapai 7,61 persen.

Reli tajam harga CPO dunia hari ini utamanya didorong oleh krisis energi global dan potensi hambatan logistik pengiriman. Kebijakan sanksi ekonomi bertajuk Economic D-Day yang dijatuhkan Amerika Serikat terhadap Iran memicu lonjakan harga minyak mentah dunia, sehingga ikut mengerek daya tarik komoditas energi alternatif seperti CPO. Selain itu, potensi hambatan distribusi di Selat Hormuz turut menaikkan biaya logistik pengiriman minyak nabati global, sehingga menambah tekanan pada sisi pasokan di pasar internasional.

Sentimen cuaca ekstrem juga masih menjadi pendorong utama kenaikan harga CPO dunia. Pelaku pasar sangat mengkhawatirkan dampak fenomena El Nino, di mana potensi kekeringan di wilayah perkebunan utama Indonesia dan Malaysia diproyeksikan akan memangkas hasil produksi buah sawit secara signifikan. Kekhawatiran atas ketatnya pasokan di masa mendatang ini terus mendorong aksi beli di bursa berjangka, sehingga mempertahankan momentum kenaikan harga hingga mencetak rekor tertinggi baru dalam hampir dua tahun terakhir.

Dari sisi kebijakan, pemerintah Indonesia turut memberikan sentimen tambahan bagi pasar sawit global dengan secara resmi mengumumkan target lonjakan pengumpulan pungutan ekspor CPO sebesar 31 persen menjadi Rp41,22 triliun untuk tahun ini. Langkah ini mempertegas komitmen pendanaan program mandatori biodiesel domestik B50, yang secara tidak langsung turut memperketat kuota pasokan ekspor CPO ke pasar luar negeri dan mendukung penguatan harga acuan global.

Sejalan dengan reli di Bursa Malaysia, pasar CPO domestik Indonesia turut mencatatkan penguatan signifikan. Harga CPO di KPBN Inacom untuk skema Franco Dumai ditutup menguat ke level Rp15.925 per kilogram, naik sekitar Rp170 per kilogram dari sesi perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga CPO berjangka di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange tetap kokoh berada di posisi Rp16.500 per kilogram, mencerminkan optimisme pelaku pasar dalam negeri terhadap tren kenaikan harga sawit dunia yang masih berlanjut hingga perdagangan hari ini.