(Vibiznews – Index) Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Rabu waktu AS (26 Agustus 2026) berakhir melemah tipis, mengakhiri tren penguatan tiga hari beruntun yang sempat tercatat sebelumnya. Pelaku pasar cenderung menahan diri (wait and see) menjelang rilis laporan kinerja kuartalan raksasa chip Nvidia yang dijadwalkan keluar setelah penutupan pasar, sekaligus mencerna data inflasi PCE bulan Juli yang berada di atas target Bank Sentral AS.
Indeks S&P 500 ditutup nyaris flat, hanya melemah tipis ke posisi 7.675,70 setelah sempat diperdagangkan di kedua arah sepanjang sesi.
Indeks Nasdaq Composite ditutup turun -0,08% ke posisi 26.130,20, tertekan oleh koreksi saham-saham chip menjelang laporan kinerja Nvidia.
Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah -0,21% atau 113,52 poin ke level 53.463,88, mengakhiri rentetan penguatan tiga sesi perdagangan berturut-turut.
Harga minyak mentah WTI turun tajam hampir 5% seiring meredanya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik di Iran, dengan tren pelemahan berlanjut setelah Iran dan Oman dikabarkan mendekati kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury tenor 10 tahun sempat menyentuh level terendah dalam tiga pekan terakhir, meski kemudian sedikit naik setelah investor mencermati angka pertumbuhan tahunan inflasi PCE yang lebih tinggi dari perkiraan.
Sentimen pasar sepanjang sesi didominasi oleh penantian terhadap laporan kinerja Nvidia Corp yang akan dirilis setelah bel penutupan, sebagai indikator penting arah belanja modal (capex) para hyperscaler di sektor kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menjadi motor penopang penguatan bursa saham AS. Saham Nvidia sendiri bergerak fluktuatif menjelang rilis laporan kinerjanya, sementara indeks Nasdaq 100 sempat melemah hingga 0,5% akibat tekanan jual pada saham-saham produsen chip unggulan.
Saham-saham yang menggerakkan bursa hari Rabu di antaranya:
Intuit ambles hingga -10% setelah panduan kinerja untuk tahun fiskal 2027 mengecewakan pasar; Goldman Sachs mempertahankan rekomendasi buy namun memangkas target harga menjadi USD 170, turun 37% dari target sebelumnya di USD 271.
Meta Platforms melonjak sekitar 4% setelah perusahaan menyepakati penyelesaian (settlement) senilai USD 16,7 miliar dengan sejumlah negara bagian AS terkait strategi media sosial bagi remaja.
Boston Scientific melemah setelah perusahaan mengungkapkan bahwa operasionalnya terdampak serangan siber yang terjadi pada pekan ini.
Saham-saham teknologi besar seperti Microsoft, Tesla, Alphabet, dan Amazon diperdagangkan melemah, sementara UnitedHealth, Travelers Companies, dan Cisco Systems menjadi penopang utama Dow Jones.
Dari sisi makroekonomi, data inflasi PCE bulan Juli menunjukkan angka bulanan yang sejalan dengan ekspektasi pasar sebesar 0,2%, namun pertumbuhan tahunan headline PCE tercatat 3,7% dan inti (core) PCE 3,3%, keduanya masih jauh di atas target 2% Federal Reserve. Merespons data tersebut, peluang pemangkasan suku bunga Fed pada bulan September sedikit menyusut ke level 38% dari sekitar 40% sehari sebelumnya, sementara peluang pemangkasan hingga akhir tahun tetap bertahan di 73%.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan pergerakan bursa Wall Street pada sesi perdagangan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh reaksi pasar terhadap laporan kinerja kuartalan Nvidia yang baru dirilis setelah penutupan, yang akan menjadi barometer penting keberlanjutan tren investasi di sektor AI ke depan. Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan lanjutan data inflasi serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve menjelang simposium tahunan Jackson Hole yang akan berlangsung pada akhir pekan ini.








