IHSG Jumat Siang Menguat ke Level 6.549; Searah Regional dan Wall Street

77
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (28/8), terpantau menguat 27,108 poin (0,42%) ke level 6.548,858 setelah dibuka naik ke level 6.535.719.

IHSG bergerak rally ke area 14,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat di tengah investor menanti arah kebijakan the Fed dari pidato Kevin Warsh akhir pekan, serta mencermati Wall Street yang semalam berakhir serempak menguat karena sektor teknologi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,08% atau 15 poin ke level Rp 17.700, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah flat di sesi global sebelumnya, tertahan di sekitar seminggu tertingginya di antara investor akan mencermati arah dari pidato Kevin Warsh – Chairman the Fed – di akhir pekan.

Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.715, serta terpantau balik kembali ke posisi seminggu tertingginya.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 13,969 poin (0,21%) ke level 6.535.719. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,990 poin (0,31%) ke level 643,060. Siang ini menguat 27,108 poin (0,42%) ke level 6.548,858. Sementara LQ45 terlihat naik 1,380 poin (0,22%) poin ke level 642,450.

Tercatat saat ini sebanyak 330 saham naik, 277 saham turun dan 179 saham stagnan.

Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,66%, dan Hang Seng yang naik 0,47%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rally ke area 14,5 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya bias menguat di tengah investor menanti arah kebijakan the Fed, serta mencermati Wall Street yang berakhir menguat oleh sektor teknologi.

Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.635 dan 7.002. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6,230 dan bila tembus ke level 6,029.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group